Buku-buku
jari?. Beberapa bagian ruas jari dan sendi akan menghasilkan bunyi/suara
saat ditekuk, ditarik, atau diputar tergantung jenis sendinya.
Melakukannya di sela-sela waktu luang tentu menyenangkan dan menjadi
hiburan tersendiri. Tapi, di balik itu semua, bagaimana suara tersebut
terbentuk?
Perhatikanlah bentuk ruas jari dan persendian lutut, lengan,
pergelangan tangan, dan leher. Masing-masing memiliki ukuran dan sifat
berbeda-beda. Anda dapat menggeleng karena leher merupakan sendi putar
sehingga kepala bebas digerakkan ke segala arah. Namun, lutut dan siku
hanya dapat ditekuk satu arah seperti engsel pintu sehingga disebut
sendi engsel.
Seorang pelempar bola kasti atau baseball dapat menggunakan lengannya dengan bebas untuk mengarahkan
bola karena tulang-tulang di bahu membentuk sendi peluru. Sendi geser
di antara ruas tulang belakang membuat tubuh seorang pesenam dapat
melakukan kayang dengan luwes.
Ujung-ujung tulang yang
membentuk sendi dilapisi selaput sendi atau membran sinovial yang
menghasilkan minyak sinovial. Cairan ini berfungsi layaknya pelumas
sehingga gesekan ujung-ujung tulang, daging, dan otot tidak menimbulkan
rasa sakit. Minyak sinovial juga mengandung berbagai jenis nutrisi dan
campuran gas
oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.
Letusan gas dan pergeseran jaringan
Nah, saat Anda mematah-matahkan tangan, ruangan berisi cairan di sekitar sendi akan meregang. Karena regangan
itulah, gas di dalam cairan akan dilepaskan. Letusan gas-gas itulah
yang menghasilkan bunyi di persendian. Menurut para ilmuwan, cairan
sendi harus menyerap gas kembali beberapa saat sebelum Anda dapat
membuat bunyi
yang sama.
Tendon dan ligamen juga penyebab
timbulnya suara. Jaringan lunak di persendian ini mirip dengan karet
yang mengikat otot dengan ujung-ujung tulang agar tidak lepas. Begitu
pula dengan ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya.
Saat persendian digerakkan, kadang-kadang tendon dan ligamen lepas dari
tempatnya, namun segera kembali. Misalnya, saat lutut Anda berbunyi
karena berdiri dari posisi duduk.
Pada penderita arthritis,
suara gemeretak sangat mudah terjadi dan rasanya sangat nyeri. Tulang
belulang kehilangan jaringan tulang rawan sehingga ujung-ujung tulangnya
kasar. Cairan sinovial bertambah banyak sehingga sendi terasa kaku dan
sakit.
Para ilmuwan telah mempelajari apakah kebiasaan
mematah-matahkan sendi dapat memicu arthritis atau merusak organ tubuh.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat
dilakukan kapan saja tanpa berisiko apa pun. Meskipun demikian,
penelitian lainnya menunjukkan bahwa aktivitas yang berlebihan akan
merusak jaringan lembut di sekitar sendi sehingga tangan bengkak dan
sulit digerakkan.