

Impresionisme adalah sebuah aliran yang berusaha menampilkan
kesan-kesan pencayaan yang kuat, dengan penekanan pada tampilan warna
dan bukan bentuk. Namun kalangan akademisi ada yang justru menampilkan
kesan garis yang kuat dalam impresionisme ini. Aliran Impresionisme
muncul dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860an.|
|
|
|
Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan
kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang
mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya),
komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek
lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.
Pengaruh impresionisme dalam seni rupa juga merambah ke bidang musik dan sastra.
Sejarah
Dalam sejarah perubahan Paris oleh Napoleon III, Académie des beaux-arts
mendominasi kegiatan seni di abad 19. Akademi ini adalah penguasa
standardisasi tradisional lukisan-lukisan Perancis, termasuk dalam hal
tema dan gaya. Tema historis, religius, dan potret sangat dihargai pada
saat itu, sementara tema pemandangan dan still life hanya
dipandang sebelah mata. Académie des beaux-arts juga menginginkan setiap
lukisan memperhatikan setiap detail dan finishing yang sempurna, dan
jika bisa mendekati kemiripan fotografis. Semua goresan kuas sangat
diperhatikan dengan mempertimbangkan bahwa hal tersebut adalah cerminan
kepribadian, emosi, dan teknik yang dimiliki seorang pelukis.
Warna-warna gelap dan suram lebih dihargai.
Akademi mengadakan pameran tahunan Salon de Paris,
dan pelukis yang terpilih akan memenangkan sejumlah hadiah dan
penugasan yang kemudian akan menjamin keberlangsungan karya-karya
pelukis tersebut. Secara tidak langsung, hal inilah yang mendorong
terbentuknya standardisasi lukisan yang tercermin dari pilihan para
juri.
Beberapa pelukis muda kemudian semakin cenderung memakai warna-warna
cerah dan terang dibanding generasi sebelumnya, dengan maksud
mengembangka gaya Realisme Gustave Courbet dan kemudian mendapat pengaruh Kelompok Barbizon
yang berusaha membiaakan diri melukis alam secara jujur di tempat yang
dianggap indah. Mereka juga lebih memilih tema pemandangan dan kehidupan
sehari-hari dibanding cerita sejarah.
Baik kelompok asli Barbizon maupun calon-calon pelukis neoklasik yang
kemudian bergabung ke dalamnya atau terinspirasi olehnya setiap tahun
dengan gigih mengirimkan karyanya ke pameran Salon de Paris, dan terus menerus ditolak oleh juri. Kelompok pelukis muda ini antara lain Claude Monet, Pierre Auguste Renoir, Alfred Sisley, dan Frédéric Bazille yang sebelumnya belajar kepada Charles Gleyre, sering melukis bersama, dan menjalin persahabatan yang erat.
Pada tahun 1863, para juri menolak The Luncheon on the Grass (Le déjeuner sur l'herbe) karya Manet yang menampilkan wanita telanjang yang dikelilingi dua pria dalam sebuah piknik.
Juri beranggapan bahwa ketelanjangan bisa diterima dalam lukisan
historis dan religius, tetapi menampilkannya dalam kehidupan sehari-hari
adalah hal yang melanggar norma. Manet merasa sangat kecewa dengan
penolakan ini yang sekaligus menimbulkan polemik di kalangan seniman.
Meskipun Manet tidak secara langsung menyebut dirinya sebagai seniman
neoklasik, ia sebenarnya terlibat sebagai pemimpin dalam diskusi di Café Guerbois, di mana seniman-seniman neoklasik berkumpul, dan mengembangkan pengaruh neoklasik.
Setelah memperhatikan karya-larya yang ditolak pada tahun 1863,
Kaisar Napoleon III memutuskan bahwa masyarakat umum berhak menilai
sendiri karya-karya tersebut, dan mengadakan Salon des Refusés (Salon Penolakan). Kegiatan ini berlangsung bertahun-tahun, hingga kemudian pada April 1874 seniman-seniman impresionisme mendapatkan kesempatan menggelar pamerannya sendiri.
Namun kaum neoklasikme kemudian tetap tidak mendapatkan kepuasan
dengan fasilitas ini. Mereka kemudian merencanakan pameran yang terpisah
dengan Salon. Namun ide ini ditolak oleh Manet,
sekalipun ia sendiri termasuk orang yang paling berpengaruh di kelompok
ini karena berpendapat bahwa perjuangan kaum neoklasikme justru
seharusnya dimulai dengan mendobrak tembok penjurian di Salon. Morisott, salah satu dari sedikit wanita dari kelompok Café Guerbois memutuskan untuk turut serta dalam pameran, sekalipun beberapa karyanya sudah siap dipamerkan di Salon.
Setelah menyaksikan pameran tersebut, Louis Leroy menulis review yang tidak terlalu bersahabat di surat kabar Le Charivari. Leroy menyatakan bahwa [ Sunrise] (soleil levant) oleh Claude Monet tidak lebih dari sekedar sketsa kasar dan belum bisa digolongkan ke dalam karya yang bisa dikategorikan telah diselesaikan.
Istilah "neoklasik" menjadi sangat populer di kalangan seniman,
tidak hanya sebagai sindiran, tetapi kadang juga sebagai "lencana
kehormatan". Pemberontakan dan kemandirian menjadi jiwa utama dari
gerakan ini, meskipun teknik masing-masing pelukis bisa saja berbeda.
Monet, Sisley, Berthe Morisot dan Camille Pissarro bisa digolongkan neoklasik. Sementara Degas menolak pakem neoklasikme yang sudah ada dengan karya-karya drawing dan grafisnya. Renoir berbalik menentang neoklasik sejak 1880an, dan tidak pernah kembali lagi kepada aliran ini.
Gelora neoklasik lenyap seiring dengan perpecahan di antara
penganutnya. Terutama pada pameran terakhir di mana seniman muda seperti
Seurat mengemukakan teori-teori baru dalam karya neoklasik dengan teknik pointillismenya. Akhirnya masing-masing anggota memasuki babak baru dengan melepaskan diri dari teori ideal neoklasik dengan memasuki masa neoklasikme.
Ciri khas
- Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.
- Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.
- Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).
- Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.
- Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.
- Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.
- Dikerjakan di luar ruangan (en plein air)
Sebenarnya ciri ini hampir bisa ditemui di aliran-aliran lain, tetapi
hanya impresionisme lah yang memiliki ciri tersebut secara keseluruhan
dengan sengaja.
wikipedia